TANTANGAN: Bagaimana kita membekali petani sawit swadaya di Indonesia dengan praktik pertanian yang lebih efektif serta memenuhi standar produksi kelapa sawit berkelanjutan dan mengurangi deforestasi?

 
Klik pada tautan ini untuk mengakses formulir pengajuan 

Indonesia merupakan penghasil terbesar kelapa sawit di dunia. Kelapa sawit sangat penting bagi perekonomian negara dan memberikan pendapatan bagi banyak masyarakat miskin, termasuk para petani sawit swadaya. Namun kelapa sawit juga dikaitkan dengan penggundulan hutan yang sangat cepat, musnahnya habitat spesies langka, serta bencana kebakaran hutan dan asap beracun yang berulang setiap tahun.

Indonesia kini berada di persimpangan. Pada tanggal 14 April 2016, Presiden Joko Widodo mengumumkan larangan sementara bagi konsesi kelapa sawit baru. Pengumuman tersebut, yang diharapkan akan dirumuskan dalam keputusan presiden, atau moratorium, merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk melindungi hutan tropis dan lahan gambut negara serta meningkatkan produksi di lahan kelapa sawit yang ada.

SAWIT merupakan inisiatif baru untuk memberikan solusi kelapa sawit yang berkelanjutan bagi para petani sawit. Terdapat sekitar tiga juta petani  sawit swadaya di Indonesia yang memproduksi kurang lebih 40 persen dari total panen kelapa sawit di Indonesia. Para petani ini cenderung menggunakan praktik pembukaan dan penanaman lahan secara tradisional yang tidak efisien dan berkelanjutan. Akibatnya, banyak petani sawit yang membuka hutan dan menanam di lahan yang lebih luas.  

Sekaranglah saatnya untuk memperkenalkan dan mendorong solusi terobosan. Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS), Dewan Bisnis Indonesia untuk Pembangunan Berkelanjutan/Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD), dan Badan  Pembangunan Internasional Amerika Serikat/U.S. Agency for International Development (USAID) mengundang anda untuk mengirimkan solusi yang dapat membantu para petani sawit memproduksi kelapa sawit yang berkelanjutan. Kelapa sawit diproduksi secara berkelanjutan apabila produksi tidak mengakibatkan atau berkontribusi terhadap penggundulan hutan, melakukan penanaman di lahan gambut, atau melakukan pembakaran saat membuka lahan, sekaligus memastikan manfaat ekonomi bagi komunitas petani dan perlindungan hak-hak tanah masyarakat.

SAWIT mencari solusi inovatif dalam membantu petani sawit swadaya untuk meningkatkan produktivitas di setiap langkah produksi - mulai dari penyiapan lahan untuk penanaman hingga menanam bibit yang lebih baik dengan pemeliharaan yang tepat, memanen dan mengangkut buah sawit secara cepat ke pabrik – dan pada saat yang sama memenuhi standar produksi kelapa sawit berkelanjutan. Inovator terpilih akan diundang untuk berpartisipasi dalam Innovation Marketplace, dimana mereka akan mendapatkan pelatihan dari para ahli dan kesempatan untuk menyampaikan idenya kepada calon investor atau mitra untuk dikembangkan di Indonesia.

Persyaratan

SAWIT tertarik dengan produk, teknologi, layanan, proses, instrumen keuangan dan model bisnis yang sejalan dengan paling sedikit satu dari beberapa kriteria berikut:

  • Akses input berkualitas seperti benih, pupuk, tenaga kerja, teknologi dan layanan tambahan untuk produksi yang lebih baik dan berkelanjutan
  • Akses terhadap layanan informasi pasar dan harga pasar yang terbaru
  • Akses pembiayaan bagi petani yang tidak menggunakan layanan perbankan formal
  • Pemetaan geografis dan data demografis yang memperjelas kepemilikan lahan informal bagi petani, yang dapat mengarah pada hak secara hukum dan sertifikasi keberlanjutan
  • Kemampuan untuk melacak panen di perkebunan tertentu dan memastikan pembeli bahwa panen petani sawit dihasilkan secara sah dan tidak terkait kegiatan penggundulan hutan
  • Cara yang cepat dan hemat biaya untuk mengangkut buah sawit milik petani ke pabrik dalam waktu kurang dari 24 jam

Inovasi bisa diajukan dalam tahapan apapun, mulai dari prototipe hingga solusi yang dapat tersedia secara luas dengan syarat telah  sukses divalidasi di lapangan. Kami menyambut baik tanggapan dari negara maupun sumber mana pun seperti perusahaan sosial, perusahaan intrapreneur, organisasi nirlaba dengan kapasitas implementasi program yang kuat, institusi akademis dan riset, pelajar, petani, kelompok masyarakat, perorangan, kapitalis ventura dan kelompok lainnya untuk mengajukan ide.  Inovator yang siap memperluas skala solusinya akan memperoleh manfaat terbesar dari akselerasi SAWIT ini.

Manfaat bagi Inovator

SAWIT akan menyelenggarakan Innovation Marketplace untuk memfasilitasi percakapan yang sesuai untuk masing-masing tim inovator dengan para pemimpin dalam industri kelapa sawit, penyandang dana, dan masyarakat sipil, tergantung pada bidang fokus dan kebutuhan. Inovator tidak akan langsung menerima investasi dari para sponsor SAWIT, tetapi memiliki kesempatan untuk menyampaikan idenya kepada para penyandang dana potensial dan pihak yang berkepentingan. Innovation Marketplace dirancang untuk menghasilkan peluang, koneksi dan wawasan yang menanggapi setiap kebutuhan unik dan perkembangan inovasi selanjutnya. Perusahaan dan investor dapat memilih untuk menindaklanjuti bersama inovator tentang kemungkinan investasi selama atau setelah Innovation Marketplace selesai. Maksimal sepuluh inovator atau tim (maksimal dua inovator dalam satu tim) akan mendapatkan:
 

  • Akses terhadap para ahli terpilih, influencer, dan pemangku kepentingan dalam seluruh ekosistem kelapa sawit, serta bidang-bidang terkait seperti pertanian, keuangan, pembangunan berkelanjutan, dan telekomunikasi, yang dapat membantu mengembangkan inovasi dan menerapkannya di lapangan.
  • Pelatihan dan bantuan teknis dari para ahli untuk membantu inovator menyesuaikan inovasinya dengan konteks Indonesia dan memperbaiki strategi pengembangannya, jika diperlukan.
  • Bantuan dalam membuat presentasi yang ringkas dengan dampak tinggi.
  • Semua biaya partisipasi dalam Innovation Marketplace di Indonesia pada tanggal Oktober 2016. Selain itu, inovator akan mendapatkan bimbingan yang sesuai maksimal dua hari di Indonesia untuk memperbaiki presentasinya sebelum Innovation Marketplace dilakukan. 
  • Peluang berjejaring dengan mitra dan kontak SAWIT, dengan potensi untuk memperoleh komitmen yang sesuai dengan kebutuhan inovator setelah Innovation Marketplace selesai.
  • Video profesional tentang kisah inovasi anda yang akan ditampilkan pada situs web SAWIT.
  • Publisitas melalui fitur media sosial dan situs web bagi finalis SAWIT.
  • Pelatihan media sebagai persiapan untuk kemungkinan wawancara di Innovation Marketplace.
  • Fitur pada Bursa Inovasi Global untuk potensi peluang pendanaan tambahan dan visibilitas.

USAID dapat melakukan investasi sendiri, atau “menginkubasi” ide-ide pilihan setelah Innovation Marketplace selesai jika, atas kebijakannya, USAID menetapkan bahwa melakukan hal tersebut dapat membantu menempatkan ide di posisi yang lebih bisa dipasarkan. 

Kriteria Penilaian

Inovasi pertama-tama akan dinilai berdasarkan keselarasannya dengan Tantangan SAWIT – yaitu: dukungan terhadap petani kecil dan komunitasnya serta pengelolaan lingkungan yang lebih baik (terutama menghentikan deforestasi dan konversi lahan gambut) dalam konteks industri kelapa sawit. Hanya inovasi yang memenuhi syarat serta sejalan dengan Tantangan SAWIT yang akan dinilai.

Tim ahli akan menilai masing-masing inovasi berdasarkan kriteria berikut ini.  Berdasarkan evaluasi para ahli, akan diseleksi maksimal 10 inovasi untuk ikut serta dalam Innovation Marketplace.  

Kelayakan Teknis - 30%

  • Inovasi telah terbukti layak secara teknis atau memiliki data dari uji awal /prototipe yang menunjukkan inovasi tersebut mantap secara teknis.
  • Inovasi menunjukkan kecocokannya dengan bentang lahan dan ekosistem para pemangku kepentingan, kebijakan, dan infrastruktur yang lebih luas, serta berkontribusi terhadap produksi kelapa sawit yang berkelanjutan.

Kecocokan dengan Pasar (permintaan, dapat diterapkan di kawasan tertentu, keberlanjutan) - 20%

  • Pasar untuk inovasi atau solusi tersebut telah divalidasi atau didemonstrasikan.
  • Inovasi menunjukkan kesesuaian dengan konteks budaya, politik, ekonomi dan lingkungan di Indonesia.

Penerapannya dapat diperluas (potensi pengembangan) - 20%

  • Riwayat inovasi menunjukkan potensi untuk adopsi secara luas
  • Potensi pengembangan  jangka panjang yang layak, jelas, dan mempertimbangkan infrastruktur serta kebutuhan pembiayaan di masa depan.

Inovasi (inovatif, potensi transformatif) - 20%

  • Inovasi merupakan terobosan dan berpotensi membawa transformasi pada sistem maupun seluruh bagian industri.

Kemampuan Manajemen - 10%

  • Tim memiliki bakat teknis yang tepat untuk memproduksi dan menerapkan inovasi serta membangun organisasi yang berkelanjutan.