Anggota Dewan
SAWIT

Temui Anggota Dewan SAWIT

Dewan SAWIT terdiri dari para pemimpin industri lintas bisnis, masyarakat sipil, konservasi hutan, dan pemerintahan. Pada Innovation Marketplace di tanggal 17-18 November, anggota dewan akan memberikan tanggapan yang komprehensif terhadap solusi dari kesembilan inovator finalis SAWIT, dan mengeksplorasi kemungkinan berkolaborasi, berpartner, atau berinvestasi. Baca lebih lanjut mengenai para anggota dewan di bawah. 

Adrian Suharto
Manager, Sustainability and Public Affairs, Neste Oil

Adrian Suharto saat ini menjabat sebagai Manager, Sustainability and Public Affairs di Neste Oil, Singapore Pte Ltd yang berbasis di Singapura. Beliau memiliki lebih dari sembilan tahun pengalaman mengenai keberlanjutan di berbagai komoditas, dengan keahlian spesifik di keberlanjutan minyak sawit. Dalam perannya sekarang, beliau bertanggungjawab untuk kepatuhan keberlanjutan perusahaan di Asia Pasifik untuk suplai stok yang digunakan untuk biofuel, yaitu lemak hewan minyak sawit dan minyak jelantah. Beliau juga bertanggungjawab untuk urusan publik, memastikan akses pasar terhadap produk-produk Neste, serta berhubungan dan bekerjasama dengan pemerintahan dan berbagai pemangku kepentingan mengenai isu-isu penting yang ada di pasar. Adrian juga mewakili Neste di kelompok kerja RSPO (Roundtable for Sustainable Palm Oil) untuk mengembangkan berbagai standar untuk keberlanjutan minyak sawit termasuk emisi GHG, tanah sengketa, dan petani kecil. Beliau juga adalah Technical Committee Co-Chair untuk ISCC (International Sustainability and Carbon Certification) Asia Pasifik, sebuah sistem sertifikasi untuk biofuel. Adrian Suharto memiliki gelar Sarjana Teknik Kimia dari ITB dan Gelar Master of Biochemistry dari University of New South Wales.
 

Agnes J. Safford
Founder and Managing Director of GreenWorksAsia

Dengan lebih dari 28 tahun pengalaman di bisnis Asia dan finansial bersama korporasi dan perusahaan internasional, mulai dari agribisnis dan energi terbarukan hingga mengelola operasi perbankan investasi di Indonesia. Agnes memiliki segudang pengalaman dan kedalaman kemampuan manajemen. Baru-baru ini, beliau telah mendampingi proyek di dalam sektor perubahan iklim/kredit karbon, kehutanan, dan agrikultur berkelanjutan termasuk REDD+ dan energi terbarukan, biomasa ke energi dan pendanaan proyek kehutanan dan keberlanjutan. Di GreenWorksAsia, Agnes telah bekerja untuk untuk membawa pendanaan sektor swasta kepada proyek-proyek Indonesia yang memproduksi pengurangan emisi karbon, dan menciptakan energi bersih. Selesai di awal 2016, sebuah analisis listrik biomassa dari sampah minyak sawit termasuk pilihan pendanaan untuk Kalimantan Timur. Dalam karir investasi perbankan yang dijalaninya, Agnes bekerja dalam London Sumatra Plantations dan melakukan pendaftaran publik Astra Agro Lestari. Agnes memiliki gelar MBA dari University of North Carolina, Chapel Hill, dan Bachelors of Science dari University of California, Davis.
 

Andi Sitti Asmayanti
SEA, Cocoa Development Manager, Mondelēz International

Andi Sitti Asmayanti adalah Cocoa Life South East Asia Director di Mondelez International, sebelumya dikenal sebagai Kraft Foods. Beliau bertanggung jawab atas perkembangan agrikultur termasuk strategi, rencana, dan program Cocoa Life di Asia Tenggara, dan mendukung pengembangan agrikultur komoditas lain untuk Mondelez International. Beliau memiliki 20 tahun pengalaman lintas sektor industri seperti FMCG (coklat, makanan ringan, dan makanan), komoditas, agrikultur dan rantai suplai, dengan kekhasan di pembangunan agrikultur, komoditas, pengelolaan rantai suplai, perdagangan internasional dan eksekusi, keberlanjutan, pengelolaan resiko, pengelolaan manusia, riset kakao, dan urusan pemerintahan korporat. Beliau memiliki kemampuan bisnis dan komersil yang kuat, dan sebuah catatan terbukti mengenai mendorong nilai di dalam bisnis yang berbeda-beda dan kapasitas untuk mengembangkan serta mengeksekusi strategi. Beliau memiliki gelar sarjana dalam Hubungan Internasional dan MBA dalam Pengelolaan Keuangan. Beliau adalah anggota dari Board of Directors di Cocoa Sustainability Partnership, dan anggota dari World Cocoa Foundation. 

Alison Eskesen
Director, Knowledge and Innovation, Grow Asia

Alison Eskesen adalah Director of Knowledge and Innovation di Grow Asia, sebuah platform kerja sama multi-stakeholder yang mempercepat tindakan dalam pengembangan agrikultur inklusif di Asia Tenggara. Platform ini menggabungkan pemerintahan, petani, organisasi non-pemerintah, dan pemangku kepentingan lain untuk bersama-sama menciptakan inisiatif rantai nilai yang berfokus pada petani kecil dan keberlanjutan lingkungan agrikultur. Grow Asia didirikan oleh World Economic Forum bekerjasama dengan Sekretariat ASEAN. Alison adalah seorang eksekutif pembangungan internasional yang telah menghabiskan 16 tahun bekerja di persimpangan antara pembangunan dan keuangan. Beliau telah mengumpulkan catatan pengalaman dari hasil yang dapat dihitung, mempialangi kerja sama strategis antara pemerintahan, bank swasta, yayasan, dan investor dampak di lebih dari 30 negara. Alison sebelumnya adalah Director of Research and Programs di Shujog, sebuah perusahaan sosial yang berfokus untuk mendirikan ekosistem investasi dampak Asia dan menghabiskan sebagian besar karirnya di USAID, di mana beliau memobilisasi modal domestik untuk proyek pembangunan lokal melalui strukturisasi dan negosiasi mekanisme pendanaan inovatif. Beliau memiliki gelar MA dari Columbia University dan BA dari Colgate University. Beliau juga seorang Fulbright Scholar di Paraguay.

Colin Lee
Head of Corporate Affairs, Cargill Tropical Palm Holdings Pte Ltd

Colin telah membantu perusahaan-perusahaan membangun merk mereka, mengelola isu dan reputasi dengan berbagai pemangku kepentingan selama 18 tahun. Beliau memulai karirnya di dalam komunikasi korporat dan pemasaran dengan IBM, mengasah kemampuannya dalam hubungan masyarakat, komunikasi korporat, tanggung jawab korporat, dan pengelolaan krisis, juga pemasaran merk dan penciptaan permintaan. Dalam perannya saat ini sebagai Director of Corporate Affairs untuk perkebunan sawit Cargill, Colin secara aktif mengelola reputasi bisnis dengan para pemangku kepentingan utama melalui keterlibatan dengan pemangku kepentingan, partisipasi di berbagai grup advokasi industri, juga memimpin dan mempengaruhi tindakan di seluruh organisasi yang membantu masyarakat lokal di sekitar perkebunan Cargill untuk berkembang. Cargill Tropical Palm mengawasi empat perkebunan di Indonesia: PT Hindoli di Sumatera Selatan, PT Harapan Sawit Lestari, PT Indo Sawit Kekal dan Poliplant Group di Kalimantan Barat. Mereka secara penuh menerima praktik produksi sawit yang berkelanjutan dan telah memiliki berbagai peraturan sebelum pembentukan Roundtable for Sustainable Palm Oil, standar sertifikasi keberlanjutan utama untuk minyak sawit. Colin sangat percaya terhadap praktik bertanggungjawab dan berkelanjutan, digabungkan dengan penggunaan teknologi pintar untuk memastikan kemampuan berkelanjutan untuk bisnis, planet, dan orang-orangnya untuk maju.

Diyanto Imam
Executive Director, Inotek

Diyanto adalah Executive Director dari Yayasan Inovasi Teknologi Indonesia (Inotek), sebuah inkubator bisnis yang berbasis di Jakarta dan mendukung usaha kecil dan bertumbuh berbasis-penemuan, menargetkan sektor di dasar piramida. Beliau telah memiliki lebih dari 15 tahun pengalaman profesional dalam layanan pendampingan bisnis, termasuk lebih dari 10 tahun dalam inkubasi bisnis dan pembangunan bisnis kecil dan berkembang serta investasi dampak. Sebelum bergabung dengan Inotek di 2013, Diyanto bekerja untuk program New Ventures Indonesia dari World Resources Institute, yang adalah salah satu program perintis di Indonesia dalam mengidentifikasi dan mengenali bisnis kecil dan berkembang bersifat sosial dan hijau, yang dapat diperluas dan menguntungkan. Beliau juga sudah bekerja untuk berbagai organisasi termasuk Ministry of Agriculture of the Netherlands, Queensland State Government Trade and Investment Office, dan Australian Trade Commission. Diyanto menerima gelar Bachelor of Business Degree dari Queensland University of Technology, Brisbane, Australia, dan memiliki gelar Master of International Business dari Swinburne University of Technology, Melbourne, Australia.

Enda Ginting
Executive Office of the President, Government of Indonesia

Enda Ginting bekerja untuk Executive Office of the President of Indonesia pada Priority Program Management. Dalam kapasitasnya, beliau berfokus dalam program Produksi Agrikultur Nutrisi dan Makanan, reformasi fiskal, dan portfolio pendanaan lingkungan berkelanjutan. Sebelum ini, Enda bekerja untuk World Bank sebagai penasihat residen untuk Public Financial Management pemerintah Indonesia. Enda juga sudah bekerja untuk Kementrian Keuangan, kantor Bendahara, dan juga kantor anggaran. Enda memiliki gelar pascasarjana dalam bidang Ekonomi, Keuangan, dan Manajemen dari University of Bristol, UK.

Imran Nasrullah
CEO, PT Louis Dreyfus Company Indonesia

Imran sudah menjadi Chief Executive Officer – Indonesia untuk Louis Dreyfus Company (LDC) sejak awal 2015. Beliau telah mengelola portfolio bisnis yang signifikan sepanjang karirnya, dan telah memiliki pengalaman 15 tahun sebagai manajer senior dan pembangun bisnis global di dalam industri komoditas agri. Sebelum bergabung dengan LDC, Imran adalah Director of Sales and Marketing and Business Development, South East Asia and Pakistan di Cargill Energy Transportation and Metals Singapore. Sebelum itu, beliau mengelola bagian Asian Chartering di Cargill Ocean Transportation Singapore, dan juga memimpin perusahaan rintisan dari bagian kargo domestik Tiongkok miliknya. Di dalam peran lain di Cargill, beliau terlibat dalam bisnis sawit, kakao, pakan ternak, dan gandum di sekitar Vietnam, Filipina, India, Pakistan, Malaysia, dan Indonesia. Selama bertahun-tahun, Imran telah menjadi bagian penting dalam mendorong pertumbuhan dan pengembangan untuk pelanggan di dalam industri bijih besi, baja, batu bara, kargo, dan energi di sekitar kawasan tersebut. Beliau memiliki gelar pascasarjana di Business Administration dari Imperial College London (UK), dan adalah seorang Chartered Accountant – FCA, ICAEW, UK.

Lisa Genasci
CEO, ADM Capital Foundation

Sepuluh tahun yang lalu, Lisa Genasci dan rekan-rekan ADM membantu The ADM Capital Foundation sebagai sebuah kendaraan filantropis inovatif untuk mendukung riset kritis dan pendekatan berbasis-dampak untuk mempromosikan kesetaraan dan konservasi lingkungan di Asia. Sejak itu, ADMCF telah dikenal secara luas untuk pekerjaannya dalam solusi bagi beberapa masalah kita yang paling tidak terpecahkan: samudera yang semakin habis hasilnya, komunikasi antara kehutanan dan pembangunan, kualitas udara dan kesehatan masyarakat, perpotongan antara makanan, energi, dan air. Lisa telah menulis mengenai topik tanggung jawab gadai, bekerjasama dengan ADM Capital untuk membentuk prinsip-prinsip investasi dan menyediakan layanan penasihat ESG kepada ADM Capital Funds. Lisa adalah seorang direktur dari Civic Exchange and Angkor Hospital for Children in Siam Reap Cambodia yang berbasis di Hong Kong, dan adalah seorang penasihat untuk Ocean Foundation yang berbasis di Washington DC, dan Clean Air Network di Hong Kong. Lisa memiliki gelar BA dengan High Honors dari Smith College dan LLM di Human Rights Law dari HKU. 

Mansuetus (Darto) Alsy Hanu 
National Coordinator, Indonesia’s Palm Oil Smallholder Union (SPKS)

 Mansuetus Alsy Hanu (Darto) adalah National Coordinator of Indonesia’s Palm Oil Smallholder Union (SPKS). Lahir di Kende-Flores, Indonesia, Darto adalah seorang aktivis yang sejak lama bekerja untuk mendorong praktik pertanian terbaik untuk penanam sawit kecil. Di dalam perannya di SPS, salah satu serikat petani kecil terbesar di Indonesia, beliau terus bekerja untuk memberdayakan petani untuk menjadi penanam yang independen. Secara rutin beliau mewakili kepentingan petani kecil di dalam pertemuan meja bundar minyak sawit, dan telah menjadi koodinator dari Forum of Sustainable Oil Palm Smallholders (FORTASBI) sejak 2014. Saat ini beliau berbasis di Bogor, Jawa Barat, terlibat dalam riset yang difokuskan pada praktik petani kecil.
 

Michael Bucki
Counsellor, EU Delegation in Jakarta

 Michael Bucki bekerja sebagai Counsellor untuk EU Delegation di Jakarta. Sebelumnya, beliau bekerja di European Commission di Brussels dan menghadiri UNFCCC, UNREDD, dan FCPF, sebuah inisiatif rintisan World Bank untuk proses mitigasi hutan. Dr. Bucki memiliki latar belakang di kehutanan, dan ketertarikan yang tinggi untuk meningkatkan proses peraturan, produksi dan konsumsi yang berkelanjutan, perdagangan yang bertanggungjawab, dan memanfaatkan hal-hal ini untuk menjawab hal-hal yang mendorong degradasi lingkungan, seperti dinamika minyak sawit, hutan, dan lahan.

Moray McLeish
Vice President Corporate Responsibility & Sustainability, Asia , Olam International

Moray adalah seorang Sustainable Land Use, Climate Change, and Supply Chain Specialist dengan pengalaman selama 20 tahun di sektor swasta, pemerintah, dan lembaga non pemerintah. Dengan latar belakang di Land Economics dan sebuah gelar Master di dalam Enviroment and Development, Beliau memiliki pengalaman dari Amerika Latin, Afrika, dan Asia Tenggara. Moray terlibat secara sentral dalam menciptakan dan menguji Timber Legality Assurance System awal di Indonesia, dan baru-baru ini bekerjasama dengan WRI untuk mendefinisikan dan memetakan lahan yang cocok untuk minyak sawit berkelanjutan. Dalam tim manajemen senior di Olam, beliau bekerja untuk memastikan bahwa Corporate Sustainability Strategy yang dimiliki sesuai dengan ekspektasi pemangku kepentingan dan masih relevan dengan setiap bisnis produk; untuk membantu dengan implementasi peraturan internal dan kode praktik; untuk memenuhi permintaan spesifik pelanggan untuk keberlanjutan; dan untuk memaksimalkan barang-barang dan pengetahuan publik melalui kerjasama.

MS Sembiring
Executive Director, KEHATI

 Muhammad Senang Sembiring adalah Executive Director KEHATI / The Indonesian Biodiversity Foundation sejak 2009. KEHATI adalah intitusi pendanaan independen, yayasan pendanaan konservasi keragaman hayati pertama dan terbesar di Indonesia. Sebelum posisinya saat ini, Sembiring telah memiliki pengalaman yang ekstensif di dalam Investment Banking and Capital Market dengan lebih dari 25 tahun dalam posisi level eksekutif. Posisi terakhir Sembiring adalah Director di Bursa Efek Indonesia (IDX) selama dua periode berturut-turut sejak 2002 hingga 2009 di mana beliau mendukung KEHATI menciptakan indeks hijau yang disebut SRI-KEHATI. Performa indeks tersebut telah mengungguli pasar sebesar 10% sejak diluncurkan di 2009.

Dr. T. Nirarta “Koni” Samadhi
Country Director, World Resources Institute (WRI) Indonesia

 Dr. T. Nirarta “Koni” Samadhi saat ini bekerja sebagai Country Director untuk World Resources Institute (WRI) Indonesia. WRI adalah organisasi riset global yang mengubah ide besar menjadi tindakan di tengah-tengah lingkungan, kesempatan ekonomi, dan kesejahteraan manusia. Global Forest Watch (GFW) adalah satu alat yang dikembangkan oleh WRI dalam kolaborasi dengan lebih dari 60 partner untuk memungkinkan semua orang memonitor dinamika hutan hampir secara real-time termasuk biaya kebakaran dan asap. Melalui perannya dengan WRI Indonesia, Dr. Samadhi mendukung Pemerintah Indonesia dalam meningkatkan pengaturan penggunaan lahan terutama melalui inisiatif satu peta lanskap sub-nasional. Sebelumnya, beliau bekerja sebagai Wakil Menteri pada UKP4, Kelompok Kerja Indonesia REDD+, dan sebagai Chair of Working Group on Forest and Peatlands Moratorium Monitoring. Beliau juga adalah National Project Director dari Low Emission Capacity Building Program, sebuah inisiatif global strategi pengembangan emisi rendah yang didukung oleh UNDP dan EU. Sebagai tambahan, Samadi mengakumulasikan berbagai pengalaman dalam reformasi peraturan selama operasi rekonstruksi pasca bencana di Aceh dan Nias pada masa kerjanya sebagai Chief Operation Officer/Deputy Head dari BRR Nias Regional Office (2006-2009). Dr. Samadhi memperoleh gelar doktoralnya dalam Urban Design dari Royal Melbourne Institute of Technology (Australia, 2001), gelar Master di dalam Urban Planning dari ITB (Indonesia, 1991), dan gelar sarjana Arsitektur dari Universitas Brawijaya (Indonesia, 1988).

Nurdiana (Ade) Darus
Director of Southeast Asia, Rainforest Alliance

 Nurdiana Darus, Rainforest Alliance’s Director of Southeast Asia, adalah seorang eksekutif dengan lebih dari 20 tahun pengalaman manajemen strategis dan implementasi program. Baru-baru ini, beliau bekerja sebagai Executive Director di Indonesia Palm Oil Pledge (IPOP), di mana beliau bekerja dengan lebih dari 30 rekanan, petugas pemerintah, dan pemangku kepentingan internasional dalam mengimplementasi komitmen-komitmen ambisius menuju produksi dan pengumpulan minyak sawit yang berkelanjutan. Dalam peran ini, Darus juga bekerja untuk meningkatkan keterlibatan petani kecil dan komunitas lokal Indonesia. Sebelum perannya di IPOP, Darus bekerja dengan REDD+ Agency sebagai Deputy Minister of Technology, Systems, and Monitoring, dan adalah penasihat senior kantor PBB untuk REDD+ di Indonesia. Beliau juga memiliki berbagai peran kepemimpinan di dalam Accenture. Darus adalah seorang strategis sistem informasi melalui pelatihan dengan banyak pengalaman di dalam strategi bisnis, manajemen dan implementasi program, juga manajemen bisnis. Beliau lulus dengan terpuji dari University of Oklahoma dan memperoleh gelar Masters of Science in Information System Technology dari George Washington University.

Dr. Simon Lord
Group Chief Sustainability Officer, Group Sustainability & Quality Management, Sime Darby

Dr. Simon Lord didaulat sebagai Group Chief Sustainability Officer – Group Sustainability & Quality Management pada tahun 2015. Beliau memiliki lebih dari 30 tahun pengalaman manajemen di dalam sektor agrikultur dan minyak sawit. Dr. Lord memiliki gelar doktoral di dalam Enviromental Effects of Pesticides dari University of Bath, United Kingdom, dan gelar Applied Biology dari Lanchester (Coventry) Polytechnic (sekarang Coventry University). Beliau juga adalah seorang Qualified RSPO, dan auditor pimpinan ISO 14001. Dr. Lord juga adalah seorang praktisioner AgSafe berakreditasi dan memiliki kualifikasi tambahan di dalam Occupational Health and Safety dan penanganan kimia pertanian.

Toshi Nakamura
Co-founder & CEO, Kopernik

Toshi turut mendirikan Kopernik di tahun 2010 untuk menghubungkan teknologi sederhana yang berdampak pada kehidupan dengan orang-orang di ujung jalur produksi. Toshi berurusan dengan reformasi peraturan, proses pembangunan perdamaian, dan rekonstruksi pasca-bencana selama tugasnya di PBB di Timor-Leste, Indonesia, Sierra Leone, Amerika Serikat, dan Swiss. Sebelum bergabung dengan PBB, Toshi adalah seorang konsultan manajemen untuk McKinsey and Company di Tokyo. Beliau memiliki gelar LLB dari Kyoto University dan MSc Comparative Politics dari London School of Economics and Political Science, dan adalah seorang Guest Associate Professor di Osaka School of International Public Policy, Osaka University. Toshi terpilih sebagai World Economic Forum (WEF) Young Global Leader pada tahun 2012, dan adalah seorang anggota WEF Global Agenda Council on Sustainable Development 2014-2016.